Kamis, 01 November 2012

SMAN 1 Blitar Cinta LIngkungan Hidup

SMA Negeri 1 Blitar (SMASA) adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional(RSBI) terbaik di kota Blitar. Selain itu SMASA adalah satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang memiliki hutan sekolah. SMASA memiliki berbagai kegiatan sebagai upaya cinta lingkungan hidup, seperti perawatan hutan, green house, muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup(PLH), dibangunnya ruangan untuk membuat pupuk kompos, kebun toga, dan berdirinya ekstrakurikuler Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).

Hutan SMASA merupakan lokasi yang dapat digunakan siswa dan guru dalam pembelajaran biologi dan PLH serta sebagai lokasi mengumpulkan sampah organik untuk dijadikan kompos. Green house merupakan suatu lokasi bagi tanaman kering maupun basah, yang mana setiap pelajaran PLH siswa menyiram tanaman di dalam green house. Mata pelajaran PLH adalah mata pelajaran yang membekali siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Diharapkan siswa mampu merealisasikan teori cinta lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahun pelajaran 2011-2012, SMASA membentuk ekstrakurikuler PLH yang aktivitasnya adalah menjaga lingkungan hidup serta diharapkan mampu mengajak warga sekolah untuk peduli dengan lingkungan. Misalnya memberi contoh membuang sampah pada tempatnya. Pada tahun yang sama SMASA telah berhasil merealisasikan mesin pembuat kompos yang saat ini ditempatkan dalam suatu ruang khusus di dekat hutan SMASA. Siswa diajarkan bagaimana cara membuat pupuk kompos sendiri. Wujud kepedulian SMASA dalam lingkungan hidup lainnya yaitu SMASA menyediakan tempat sampah basah dan kering di depan kelas dan beberapa ruangan lainnya. Hal ini mendidik siswa untuk mampu membedakan sampah mana yang harus dimasukkan ke dalam tempat sampah sampah organik dan anorgaik. Tidak hanya itu, SMASA telah mewujudkan kebun tanaman obat keluarga(toga) yang merupakan suatu lokasi di dekat lapangan basket SMAN 1 Blitar. Lokasi ini dapat dijadikan tempat mempelajari segala macam tanaman di sekitar kita yang dapat dijadikan sebagai obat secara tradisional.

Dalam menyambut ADIWIYATA, SMASA ditunjuk pemerintah kota untuk menjadi perwakilan SMA dari Kota Blitar yang mewakili lomba ADIWIYATA. Satu agenda uniknya yaitu setiap kelas diwajibkan membuat vas bunga dan mozaik dari bahan bekas. Mozaik siswa ini dipajang di depan kelas masing-masing. Prestasinya yaitu 2 dari karya mozaik siswa dibawa oleh pemerintah Kota Blitar ke Jakarta untuk mengikuti pameran Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center(JCC). Penghargaan tersebut merupakan bukti cinta lingkungan hidup dari SMASA. “Go green is the best action”.

Disusun oleh : Okta Prisma Dyanti
XI IPA 2/34

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer